Pers Teror Konflik Takhta Kekayaan Korupsi Pendidikan Seks Asusila Aborsi Narkoba Pembunuhan Penipuan Pencurian Kecelakaan Kebakaran Bencana Wacana

Gunung Anyar Itu Masih Keluarkan Lumpur

ADA dua kawasan di Surabaya, yang menggunakan istilah Gunung. Di Surabaya Selatan dan Surabaya Timur. Gunung Sari dan Gunung Anyar. Namun, di antara kawasan tersebut, hanya Gunung Anyar yang menyimpan fenomena alam, bukan sekadar nama. Malah, disana ada bukit yang masih mengeluarkan lumpur hingga kini.

Puncak gunung tampak mengering, namun ketika diinjak terasa lembek

Puncak gunung tampak mengering, namun ketika diinjak terasa lembek
Jalan - jalan ke kawasan Surabaya Timur, khususnya Kecamatan Gunung Anyar, Kel. Gunung Anyar, Desa Gunung Anyar relatif menarik. Apalagi mengajak anak-anak, sekaligus mengenalkan perihal alam, geologi.

Tidak ada data akurat. Tetapi, yang pasti Gunung Anyar masih mengeluarkan lumpur dari perutnya, sejak tiga puluh lebih. Memang tak se-dahsyat semburan lumpur kasus Lapindo. Debit lumpur yang dikeluarkan relatif rendah. Pun demikian, lubang-lubang kecil, sebagai mulut keluarnya lumpur, tak pernah berhasil ditutup dengan batuan yang besar. Ketika salah satu sumber lumpur ditutup, selalu muncul lubang baru, sampai sekarang.

Lumpur tampak dari dekat

Lumpur muntahan dari perut Gunung Anyar
Tahun 1973 silam, di sisi Timur, Selatan, dan Utara dari gunung ini adalah persawahan. Pada bagian barat, dibatasi satu dua petak sawah adalah pemukiman Penduduk, yang berdiri setelah muncul gunung itu, sehingga dinamakan desa Gunung Anyar (Gunung Baru, red).

Ketika itu, bagian atas Gunung Anyar selalu muncul letupan kecil pada sejumlah tempat. Kalau di sulut api menyala. Namun, tak bertahan lama, api mati, oleh terpaan angin yang kencang. Posisi Gunung Anyar ketika itu memang sudah lebih tinggi dari sekitarnya.
|[ar/pr/11sig01]| lebih detil

lacak.info : hanya sajikan info, berita, kajian bermakna